Venus Membelah Cakram Matahari


Astronom memanfaatkan transit Venus untuk menguji cara menakar kadar atmosfer planet yang mengorbit bintang lain. Dahulu digunakan untuk menghitung jarak Bumi-Matahari.

KINI astronom tengah sibuk menyongsong transit Venus, Rabu pekan ini. Transit adalah peristiwa melintasnya planet di depan bintang. Fenomena astronomi ini sangat langka, dan mungkin hanya sekali seumur hidup. Transit terjadi ketika Venus melintas di depan piringan Matahari dan diamati dari Bumi. Selama tujuh jam, Venus menjadi bintik hitam yang bergerak memotong cakram Matahari.

Kejadian itu bisa disaksikan dengan mata telanjang, namun harus menggunakan kacamata dengan lapisan film penangkis cahaya. Venus yang melintas juga nampak sangat kecil. Jika pingin menyaksikan bentuk venus yang lebih bongsor, bisa menggunakan teleskop. Bahkan Planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, menawarkan pengunjungnya untuk menyaksikan peristiwa transit terakhir di abad 21 itu.

Karena transit berikutnya akan terjadi pada tahun 2117. Ketua Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ), Muhammad Rayhan, menyatakan pihaknya akan menyiapkan teleskop berbagai ukuran yang dilengkapi filter matahari. “Untuk melihat bersama-sama,” katanya dalam diskusi “Transit of Venus at Kompas.com (Trovak)” yang digelar di Jakarta, Senin lalu.

Rayhan menjelaskan transit akan berlangsung mulai pukul 05.10 WIB. Namun saat mulai transit, Matahari belum terbit sehingga Indonesia bagian Barat belum bisa menyaksikan. Begitu Matahari terbit, peristiwa transit Venus langsung bisa diamati. Peristiwa transita akan selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Transit Venus juga menjadi perhatian komunitas astronom di seluruh dunia.

Peristiwa transit venus terakhir terjadi pada 2004, dan setelah transit 2012, tidak akan terjadi lagi hingga abad mendatang. Meskipun Matahari, Venus dan Bumi segaris, orbit Bumi dan Venus mengelilingi Matahari miring terhadap satu sama lain. Ini membuat Venus biasanya muncul lewat atas atau di bawah Matahari. Sebuah transit hanya terjadi pada kesempatan langka ketika tiga benda langit itu hampir persis dalam satu garis sejajar.

Rata-rata, transit Venus yang terjadi hanya setiap 80 tahun atau lebih. Angka rata-rata itu bisa menyesatkan, karena transit terjadi dalam ‘sepasang pasangan’ pola yang berulang setiap 243 tahun. Membentuk pola 8 tahun (terjadi pada 8 Desember), 121,5 tahun, 8 tahun ( 6 atau 7 Juni) dan 105,5 tahun. Selanjutnya pola berulang kembali. Periode transit maju sehari jika tahun kabisat (habis dibagi empat). Pada tahun 2012, jika transit biasanya terjadi pada 7 Juni maka dia maju sehari.

Sebelum transit terakhir pada 8 Juni 2004, sebelumnya tidak ada seorangpun yang melihat transit Venus. Karena transit sebelum 2004, adalah pada 6 Desember 1882. Transit yang terjadi pada 6 Juni 2012, akan terlihat dari Inggris, Asia Timur, Australia, Samudera Pasifik, dan Amerika Utara. Karena transit berikutnya 2117,  maka akan kesempatan terakhir dalam kehidupan kita untuk melihat peristiwa angkasa luar biasa itu.

Selama transit, Venus akan terlihat dalam siluet sebagai cakram gelap yang menempel di permukaan matahari yang cemerlang. Planet itu menutup sekitar 1/32 bagian diameter Matahari, sehingga akan memblokir sekitar 0,1% cahaya Matahari yang mencapai Bumi.Venus akan cukup besar untuk dapat dilihat dengan penglihatan normal, tanpa bantuan teropong atau teleskop.

Untuk melihat transit dengan aman, aturan yang sama berlaku ketika mengamati gerhana Matahari. Kacamata gelap dapat digunakan untuk pengamatan singkat atau beberapa menit saja. Pengamat harus menggunakan kacamata gerhana yang biasanya bertanda CE untuk jaminan kualitasnya. Di dunia maya kacamata Matahari dilego seharga Rp 35.000,-. Kapasitas kacamata gerhana untuk memblokir radiasi berbahaya dari matahari.

Untuk menyambut transit Venus disarankan untuk menggunakan kacamata yang baru. Karena  kacamata yang terlalu lama disarankan tidak dipakai. Misalnya, kacamata yang digunakan untuk melihat gerhana Matahari total pada 1983, tidak boleh digunakan. Sebelum menggunakan harus diteliti apakah ada goresan atau lubang di permukaan lensa. Lubang dan goresan mengurangi efektivitas mereka dalam melindungi mata.

Pada abad 18 dan 19, transits Venus menjadi kesempatan yang berharga untuk mengatasi masalah mendasar dalam menetapkan nilai akurat untuk jarak antara Bumi dengan Matahari, yang disebut Satuan Astronomi (AU). Penentuan modern dari AU diperoleh harga 149,597,870.691 kilometer.

Pada abad ke-21, transit Venus tahun 2012 dijadikan tontonan astronomi yang langka. Juga dijadikan kesempatan untuk memasyarakatkan  astronomi. Para astronom amatir mengemasnya dalam talkshow untuk memanfaatkan kesempatan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah ilmiah dan dunia. “Transit ini khusus karena yang terakhir dalam kehidupan kita, bahwa kita akan memiliki kesempatan untuk mengumpulkan data untuk sebuah planet yang kita tandai sebagai Venus,” kata David Crisp dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

Para astronom modern dengan prinsip transit planet, mereka memanfaatkannya untuk berburu, dan mengintip karakter planet yang mengorbit bintang lain. Ketika sebuah planet melintasi di depan bintang inang, terjadi kedipan kecerlangan bintang. Dengan mengidentifikasi kedipan itu berguna untuk menemukan planet yang mengorbit bintang lain, dan mempelajari kandungan unsur di permukaannya.

Karena itu, transit Venus yang langka itu akan digunakan para astronom untuk menguji dan mengembangkan teknik mereka dalam mempelajari atmosfer planet luar Surya. Hal itu penting untuk  menemukan apakah atsmosfer planet itu mengandung zat pendukung kehidupan seperti oksigen dan uap air.

Menurut Suzanne Aigrain dari Universitas Oxford, cahaya bintang sekitar satu miliar kali lebih kuat dari cahaya yang dipendarkan planet. Jadi hanya semacam riak cahaya dari bintang yang jaraknya dalam takaran tahun cahaya. Karena itu menggunakan riak cahaya untuk menganalisis atmosfer sebuah planet ekstra solar memerlukan upaya lebih keras.”Ini merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Namun demikian, transit Venus akan  membantu kami melakukan itu,” tegasnya.

Peredupan cahaya memang telah memberikan informasi penting tentang ukuran planet, jarak dari bintang, dan bentuk orbitnya. Namun, para ilmuwan ingin melangkah lebih jauh lagi dengan membangun observatorium luar angkasa yang sanggup mempelajari perubahan kecil cahaya bintang saat melewati atmosfer sebuah planet luar surya.

Perubahan itu berguna untuk meneliti komposisi atmosfer planet itu. Sehingga bisa membuat perkiraan kondisi permukaan. Apakah ia memiliki atmosfer tebal menghancurkan atau apakah itu memiliki atmosfir yang tipis dan tidak mendukung kehidupan? Apakah itu mengandung oksigen atau gas beracun? “Kami sedang mengembangkan teknik untuk menentukan atmosfer planet ekstrasurya yang  menghasilkan perubahan cahaya dari bintang-bintang mereka orbit,” kata Crisp.

“Kami tidak akan yakin teknik kami benar kecuali dapat menguji mereka pada planet yang kami memiliki pengetahuan yang tepat. Kami telah memeiliki pengetahuan yang tepat tentang atmosfer dan permukaan Venus. Dengan mempelajari Venus seolah-olah itu adalah planet ekstrasurya, kami akan mengetahui seberapa baik teknik kami, dan berapa yang perlu disempurnakan. Sebuah jaringan seluruh astronom akan mempelajari transit Venus karena alasan ini,” Crisp mengklaim.

Rohmat Haryadi

1 Komentar

  1. 121222 said,

    5 Juni 2012 pada 10:40

    Info menarik bozz…fenomena yang sangat langka sekali dan kejadian berulang akan muncul di th 2117😀 wah bumi masih ada atau kagak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: