Kembaran Bumi Di Zona Layak Huni


Lebih seribu kandidat planet Luar Surya terdeteksi Teleskop Ruang Angkasa Kepler. Ada yang memungkinkan menopang kehidupan.

NASA mengumumkan temuan lima kandidat planet sebesar Bumi pada zona habitasi, Rabu, 2 Februari 2011. Planet pada zona habitasi mampu menghadirkan air dalam bentuk cair. Sehingga lingkungannya mendukung untuk kehidupan. Temuan “Bumi Kedua” dalam zona layak huni adalah “Cawan Suci” (Holy Grail) ilmu pengetahuan, tulis Universe Today.

 

Planet-planet itu terdeteksi dengan teleskop ruang angkasa Kepler yang mengamati 156.000 bintang, pada 1/400 bidang langit. Temuan itu menjawab pertanyaan mendasar: Apakah pada Galaksi Bima Sakti ada planet lain seukuran Bumi? Apakah planet seukuran Bumi merupakan bentuk yang umum atau langka?

“Kami berangkat dari nol hingga (menemukan) 68 kandidat planet berukuran Bumi, dan dari nol hingga (menemukan) 54 calon planet di zona layak huni. Bahkan beberapa kandidat planet memiliki bulan dengan air cair di permukaannya,” kata William Borucki, dari NASA Ames Research Center, di Moffett Field, California, Amerika.

Peneliti utama misi Kepler itu mengatakan bahwa dari 54 planet dalam zona layak huni, lima memiliki ukuran mirip Bumi. Sedangkan lainnya merupakan bumi bongsor (1,25 hingga dua kali Bumi), hingga lebih besar dari Jupiter (10 kali Bumi). “Lima dari kandidat planet berukuran mirip Bumi dan mengorbit dalam zona habitasi bintang induknya,” katanya.

Temuan itu hasil pengamatan Kepler 12 Mei hingga 17 September 2009. Kepler menemukan 1.235 kandidat planet. Dari jumlah tersebut, 68 adalah sebesar Bumi; 288 berukuran super Bumi; 662 berukuran Neptunus; 165 segede Jupiter dan 19 lebih besar dari Jupiter. “Data empat bulan pertama telah memberikan sejumlah besar informasi yang menarik bagi masyarakat ilmu pengetahuan untuk menggali dan menemukan planet di antara kandidat yang kami temukan,” katanya.

Planet kandidat memerlukan pengamatan lebih lanjut untuk memverifikasi keberadaannya. “Sekarang, ini adalah kandidat, tetapi kebanyakan dari mereka, saya yakin, akan dikukuhkan sebagai planet pada bulan-bulan dan tahun mendatang,” tegasnya. Kandidat planet harus diverifikasi tiga kali transit untuk dikukuhkan menjadi planet.

“Fakta bahwa kami telah menemukan kandidat planet begitu banyak dalam suatu fraksi (petak) kecil dari langit. Ini menunjukkan bahwa tak terhitung planet yang mengorbit bintang-bintang seperti Matahari di galaksi kita,” kata Borucki. Dari hasil penelitian mereka, seharusnya ada jutaan planet yang mengorbit bintang-bintang seperti Matahari.

“Kami berada setengah jalan dari misi Kepler yang dijadwalkan,” kata Roger Hunter, manajer proyek Kepler. Menurut dia, pengumuman temuan itu sangat menarik, dan akan menentukan penemuan yang akan datang. “Mungkin galaksi dikotori dengan banyak planet,” katanya. Di antara bintang-bintang yang memiliki kandidat planet, 170 diantaranya memiliki beberapa planet. Salah satunya, Bintang yang dinamai Kepler-11, yang memiliki enam planet.

Temuan menarik lainnya meliputi kepadatan planet, yang bervariasi antara kepadatan styrofoam (gabus) hingga sepadat barbel besi. Planet “barbel besi” baru saja dilansir dijuluki Kepler 10-b. Berukuran 1,4 kali Bumi, bermassa 4,6 kali Bumi. Mengorbit pada jarak 3 juta kilometer dari bintang induk serupa Surya. Dia terpanggang 1.500 derajat Celsius. Kondisi Kepler 10-b yang mirip neraka, dan membuat Bumi seperti surga.

Temuan ribuan kandidat planet dengan kepadatan bervariasi itu disambut gembira para astronom. “Ini merupakan tonggak bersejarah Kepler yang setiap membuat penemuan baru akan menentukan arah misi exoplanet berikutnya,” kata Douglas Hudgins, ilmuwan program Kepler. Kepler menemukan tanda kehadiran planet dengan mengukur penurunan (kedipan) kecil kecerlangan bintang disebabkan planet melintas di depannya (transit).

Planet-planet di zona habitasi pada bintang seperti Matahari transit setiap satu tahun sekali. Dan membutuhkan tiga transit untuk verifikasi. Perlu tiga tahun untuk memverifikasi planet seukuran Bumi yang mengorbit bintang seperti Matahari. Tim Kepler menggunakan teleskop berbasis di Bumi, dan Teleskop Ruang Angkasa Spitzer untuk menegaskan kandidat planet temuan Kepler.

Petak langit yang diintip Kepler di konstelasi Cygnus (Angsa) dan Lyra (Kecapi) hanya dapat dilihat dari observatorium darat pada musim semi (Maret) sampai awal musim gugur (September). Target selanjutnya setelah planet-planet itu terverifikasi, yaitu meneliti kandungan atmosfer. “Untuk menentukan apakah mereka kompatibel dengan kehadiran kehidupan. Desain untuk misi ini tergantung temuan Kepler, apakah planet seukuran Bumi di zona layah huni, umum atau langka,” kata Borucki.

Yang jelas Kepler telah menghasilkan data yang oke. “Kepler adalah menyediakan data 100 kali lebih baik dari siapapun,” katanya. Dia menegaskan bahwa ini merupakan fase baru dari ekplorasi alam semesta yang presisi. “Sehingga menghasilkan data yang benar-benar indah. Kami menemukan planet lebih kecil daripada siapa yang pernah lihat sebelumnya, karena kualitas data sangat baik,” katanya.

Selama ini kehadiran planet luar Surya menjadi komoditi fiksi ilmiah. “Kepler telah membantu mengubah fiksi ilmiah ke dalam kenyataan hari ini,” kata Administratur NASA, Charles Bolden. Penemuan-penemuan itu menegaskan pentingnya misi sains NASA, yang secara konsisten meningkatkan pemahaman tentang tempat kita dalam kosmos.

Rohmat Haryadi

Boks:

“Matahari” dengan Enam Planet

Bintang Kepler-11 merupakan bintang tunggal seperti Matahari. Dia masuk golongan bintang kerdil kuning. NASA melaporkan bahwa teleskop Ruang Angkasa Kepler menemukan enam planet yang mengorbit bintang yang terletak sekitar 2.000 tahun cahaya dari Tata Surya itu.

“Kepler-11 adalah sebuah sistem dengan arsitektur yang luar biasa, dan dinamikanya memberikan petunjuk tentang pembentukannya,” kata Jack Lissauer, seorang ahli planet dan ilmuwan anggota tim Kepler. Planet yang mengorbit Kepler-11 berbahan campuran batuan dan gas, dan mungkin mengandung air. “Batuan menentukan massa planet, sedangkan gas menentukan volume,” katanya.

Semua planet yang mengorbit Kepler-11 lebih besar dari Bumi, setara ukuran Uranus dan Neptunus. Planet terdalam, Kepler-11b berjarak 15 juta kilometer ke bintang inang, sepuluh kali lebih dekat dibandingkan jarak Bumi-Matahari. Kemudian berturut-turut Kepler-11c, Kepler-11d, Kepler-11e, dan Kepler-11f. Planet terluar, Kepler-11g mengorbit dari jarak 75 juta kilometer.

Orbit Kepler-11g berada antara Merkurius dan Venus. Lima lainnya planet mengorbit antara Merkurius dan Matahari. Keenam planet itu memiliki periode orbit masing-masing 10, 13, 22, 31, 47 dan 118 hari. “Mungkin bisa menemukan planet ketujuh dalam sistem itu dengan metode tarikan gravitasi,” katanya.

Metode tarikan gravitasi dengan mengamati goyangan kecil bintang karena tarikan planet yang mengorbit. Hentakan-hentakan halus itu memungkinkan peneliti menemukan planet, meskipun planet itu menggantung di bawah bidang edar sehingga tidak mungkin transit di depan bintang.

“Beberapa bintang diketahui memiliki lebih dari satu planet transit, dan Kepler-11 adalah bintang pertama yang diketahui memiliki lebih dari tiga transit,” kata Lissauer. Maka sistem seperti ini tidak umum. “Apakah itu satu dalam seribu, satu dari sepuluh ribu atau satu dalam sejuta. Kita tidak tahu, karena kita hanya mengamati salah satu dari mereka,” katanya.

Kepler-11 merupakan salah satu dari 170 bintang yang teramati Kepler memiliki lebih dari satu planet. Bintang lainnya yaitu Kepler-9 yang memiliki tiga planet.

Rohmat Haryadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: