Kembaran Bumi Mengorbit Bintang Merah


Planet seperti bumi ditemukan mengorbit Gliese 581. Astronom Australia menerima sinyal “sapaan cerdas” dari sana. Lima ratus pesan dari bumi dikirim ke sana. Benarkah ada kehidupan lain di luar bumi?

Bintang kerdil merah Gliese (baca: Glize) 581, boleh jadi bintang yang paling menjadi perhatian astronom pada dekade terakhir. Kehadiran planet-planet batuan di zona layak huni mengundang rasa ingin tahu. Setelah menghebohkan dunia dengan temuan Planet Gliese 581c yang semula diyakini berkehidupan, kini astronom kembali menemukan planet baru Gliese 581g yang mengandung air.

Tim astronom di Lick-Carnegie Exoplanet Survey mendeteksi planet kembaran bumi itu setelah mengamatinya selama 11 tahun. Penelitian itu dipimpin Steven Vogt, profesor astronomi dan astrofisika University of California, Santa Cruz. Koordinator peneliti adalah Paul Butler dari Carnegie Institution of Washington. Mereka menuangkan isi kertas kerjanya di Astrophysical Journal, pekan lalu.

Penemuan itu menggunakan teknik pengukuran kecepatan radial. Di mana kehadiran planet, ukuran, dan massanya ditentukan berdasarkan gangguan kecil yang menginduksi orbit bintang induk lewat tarikan gravitasi. Mereka menggabungkan data dari instrumen teleskop resolusi tinggi (HiRes) di Observatorium Keck, Hawaii. Dan data dari teleskop yang menggunakan instrumen spektograf high accuracy radial velocity planet searcher (HARPS) dengan bentang lensa 3,6 meter pada Observatorium Eropa di La Silla, Cile.

Disebut kembaran bumi, karena planet ini memiliki jejari 1,2 hingga dua kali bumi. Massanya 3,1 hingga 4,3 kali massa bumi. Mengorbit bintang inang dengan waktu kurang dari 37 hari, dari jarak 22 juta kilometer. Planet itu berada dalam zona layak huni, wilayah yang memungkinkan kehidupan, karena keberadaan air dalam bentuk cair.

Jika daerah kehidupan tata surya pada jarak 150 juta kilometer, maka zona layak huni sistem bintang kerdil merah sekitar 15 juta hingga 30 juta kilometer dari bintang induk. Jadi posisi Gliese 581g tepat pada zona layak huni bintang induknya. Planet “hidup” di luar tata surya itu juga tidak jauh dari bumi. Jaraknya hanya 20,5 tahun cahaya, atau sekitar 193 trilyun kilometer –untuk mencapai jarak itu wahana antarbintang Voyager butuh waktu 300.000 tahun.

Gliese 581g adalah planet pertama di luar bumi yang tepat di lokasi layak bagi kehidupan. “Secara pribadi, mengingat kecenderungan kehidupan bisa berkembang di mana pun, saya akan mengatakan bahwa peluang bagi kehidupan di planet ini adalah 100%. Hampir tidak ada keraguan tentang itu,” kata Steven Vogt kepada Discovery News.

“Ini planet pertama yang berada tepat pada zona yang memungkinkan air cair di permukaannya,” kata Paul Butler. Dia menegaskan bahwa segala sesuatu yang hidup membutuhkan air cair. “Planet harus mempunyai jarak yang tepat dari bintang sehingga tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin, dan kemudian harus memiliki gravitasi permukaan sehingga dapat mempertahankan atmosfer yang cukup dan memungkinkan untuk keberadaan air,” tambahnya.

Dengan massa tiga kali bumi, dunia baru itu memiliki gravitasi yang cukup untuk menahan atmosfer. Bintang induknya berumur panjang. Planet ini terkunci efek pasang-surut gravitasi –mirip dengan bulan yang menjaga salah satu sisi yang menghadap ke bumi– sehingga separuh planet ini siang abadi, sedangkan sisi lainnya gelap permanen. Akibatnya, suhu sangat stabil dan beragam.

“Di manapun Anda berada di planet ini, matahari berada dalam posisi yang sama sepanjang waktu. Memiliki zona sangat stabil di mana ekosistem tetap pada suhu yang sama selamanya,” kata Vogt. Kondisi itu menyebabkan, jika kehidupan dapat berkembang, akan membutuhkan milyaran tahun untuk beradaptasi di permukaannya. “Planet itu memiliki air cair. Di bumi, di mana Anda memiliki air cair, Anda memiliki kehidupan,” Vogt menambahkan.

Para peneliti memperkirakan suhu permukaan rata-rata planet -31 sampai -12 derajat celsius. Dengan satu sisi planet selalu menghadap bintang, suhu panas pada sisi terang, dan dingin membeku pada sisi gelap. Suhu hangat seperti di bumi yang berlangsung terus menerus terjadi pada daerah-daerah senja –daerah antara terang dan gelap. Pada daerah senja inilah berlangsung kehidupan seperti di bumi.

Kabar mengejutkan datang dari Australia. Dr. Ragbir Bhathal, ilmuwan di University of Western Sydney, menangkap sinyal aneh pada Desember 2008, jauh sebelum diumumkan bahwa Gliese 581 memiliki planet. Bhathal menangkap sinyal “mencurigakan” dari daerah konstelasi Libra, tempat bintang Gliese 581.

Kebetulan yang luar biasa bahwa kemudian ilmuwan menemukan Gliese 581g yang mirip bumi. “Saya menjadi sangat bersemangat dengan itu. Saya harus menganalisisnya. Kami memiliki perangkat lunak khusus untuk menganalisis sinyal itu,” katanya.

Sinyal-sinyal itu dicurigai sebagai “sapaan cerdas” dari penghuni sistem Gliese 581. “Kami menemukan lonjakan sinyal sangat tajam. Itu sangat menggembirakan,” katanya. Setelah penemuan itu, Bhathal mengamati daerah langit yang sama untuk menangkap sinyal kedua, namun sinyal itu tidak pernah datang lagi.

Pembuat film dokumenter RDF dan situs jejaring sosial Bebo menggunakan teleskop radio di Ukraina untuk mengirim sinyal informasi berfokus kuat berisi 500 pesan dari masyarakat dalam bentuk gelombang radio ke Gliese 581. Gliese 581 hingga kini diketahui memiliki enam planet (lihat: Keluarga Si Kerdil Merah).

Mereka mengorbit bintang merah cebol yang berukuran sepertiga matahari, dengan temperatur 50 kali lebih dingin. Dengan ditemukannya planet yang diduga kuat berkehidupan tersebut, semakin mendekatkan kita menuju semesta yang sangat biologis, yang sarat dengan kehidupan.

Rohmat Haryadi


Keluarga Si Kerdil Merah

Pengumuman temuan dua planet baru Gliese 581f dan 581g menarik perhatian dunia. Para astronom mendeteksi enam planet pada bintang kerdil merah itu. Seperti kurcaci merah lainnya, dia jauh lebih redup dan kecil dibandingkan dengan matahari. Para ilmuwan percaya bahwa Gliese 581 sudah tua –berusia beberapa milyar tahun– dan relatif stabil. Kedua syarat yang cukup untuk menopang kehidupan.

Planet terdekat bintang inang adalah Gliese 581e, sebuah planet batuan yang berukuran hampir dua kali bumi. Sangat dekat dengan bintang induk, meyelesaikan orbit setiap 3,15 hari. Suhunya terlalu panas bagi makhluk hidup. Berjarak 5 juta kilometer dari bintang induk. Astronom mengumumkan penemuan planet itu pada April 2009.

Berikutnya Gliese 581b yang berukuran sebesar Neptunus atau 16 kali bumi. Planet gas itu sangat dekat dengan bintang, menyelesaikan orbit setiap 5,4 hari. Astronom pertama kali menemukan planet itu pada Desember 2005. Jarak rata-rata dengan bintang induk 6,15 juta kilometer.

Kemudian Gliese 581c, planet batuan bertubuh kecil yang memiliki massa lima kali bumi. Sekali orbit setiap 15 hari. Semula astronom berpikir Gliese 581c kemungkinan di zona layak huni. Namun, pengamatan kemudian menemukan kemungkinan planet terlalu panas untuk mendukung air cair atau kehidupan. Planet itu berjarak 11 juta kilometer dari bintang induk. Kemudian Gliese 581g, planet batuan yang berada dalam zona kehidupan.

Planet kelima adalah apa yang disebut “super Earth”, Gliese 581d. Bumi bongsor itu berukuran tujuh atau delapan kali bumi, menyelesaikan orbit setiap 67 hari. Meskipun sekilas berada di luar zona layak huni bintangnya, pemodelan komputer menunjukkan efek rumah kaca bisa memanaskan permukaannya. Ditemukan pada April 2007, mengorbit sekitar 33 juta kilometer bintang induk.

Terakhir, Gliese 581f, yang ditemukan berbarengan dengan Gliese 581g. Meskipun jauh dari bintang induk, jaraknya masih lebih dekat dibandingkankan dengan bumi ke matahari. Planet 581f berjarak 114 juta kilometer dari bintang induk. Sedangkan bumi berjarak 150 juta kilometer dari matahari. Orbit Gliese 581f hampir bundar.

Rohmat Haryadi

2 Komentar

  1. Santi said,

    29 November 2010 pada 10:40

    nice post…
    kunjungi ini ya..
    klik ini
    thanks

  2. opunk said,

    6 Desember 2010 pada 10:40

    sekarepmulah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: