Planet Luar Surya Terlihat Langsung


Para astronom untuk pertama kalinya berhasil melihat secara langsung planet asing di luar tata surya kita. Planet ekstrasolar itu tentu tak dilihat dengan mata telanjang, melainkan menggunakan teleskop. Tapi biasanya planet ekstrasolar hanya bisa dipantau secara tidak langsung dengan berbagai teknik. Antara lain dengan mengamati goyangan bintang akibat gravitasi. Gerak radial planet seputar bintang menyebabkan bintang induk bergoyang karena saling mengorbit sebuah pusat massa.

Limbungnya bintang itu terjadi karena dia mengorbit pusat massa pada lintasan yang kecil. Dengan bobot bintang yang besar dibandingkan dengan planet, maka pusat massanya superdekat dengan bintang. Karena itu, orbit bintang di pusat massa itu hanya tampak sebagai goyangan.

Goyangan itu menimbulkan Efek Doppler. Jika bintang bergoyang mendekati pengamat, cahaya yang diterima akan lebih kuat. Sebaliknya, bila menjauhi pengamat, cahaya itu melemah. Namun beda frekuensi cahaya itu cukup kecil, sehingga diperlukan ketelitian untuk mengamatinya.

Hingga Februari 2008, sebanyak 262 planet luar surya telah ditemukan –257 mengorbit bintang normal (63 berbagai sistem multiplanet dan 194 di sistem planet tunggal), empat mengorbit pulsar, satu mengorbit bintang kerdil putih, dan satu mengorbit bintang kerdil cokelat. Kebanyakan ditemukan lewat metode kecepatan radial atau metode Doppler, 255 planet.

Nah, kini untuk pertama kalinya, astronom melihat secara langsung keberadaan planet yang mengorbit sebuah bintang mirip matahari. “Ini kali pertama kami melihat langsung objek planet bermassa yang sepertinya mengorbit bintang mirip matahari,” kata Davis Lafreniere, astronom dari Universitas Toronto, Kanada. Dia melaporkan temuannya itu dalam Astrophysical Journal Letters.

Planet raksasa itu berukuran delapan kali massa Jupiter, berjarak 330 kali jarak bumi-matahari atau 11 kali jarak Neptunus-matahari, planet terjauh tata surya. Meskipun jauh dari bintang induk, dia bersuhu 1.500 derajat celsius. Bandingkan dengan suhu Jupiter yang hanya -110 derajat Celsius. Bintangnya induknya bermassa 85% massa matahari, meskipun usianya diperkirakan lebih muda.

Planet itu dipergoki para astronom ketika mereka mengamati bintang 1RXS J160929.1-210524, yang berada 500 tahun cahaya dari bumi. Pada saat itu, mereka tengah melakukan survei terhadap 85 bintang baru yang berumur 5 juta tahun dalam konstelasi bintang di Upper Scorpius. Mereka menggunakan teleskop Gemini North yang ada di Mauna Kea, Hawaii, untuk mengamati objek tersebut.

Dengan teknologi optik adaptif yang menggunakan cermin fleksibel, distorsi cahaya bintang ketika menembus atmosfer bumi bisa dikoreksi. Sehingga bentuk bintang dan planet dapat dilihat lebih jelas. Tim astronom yang dipimpin Lafreniere tengah mempelajari apakah terdapat gaya gravitasi antara bintang dan planet itu sehingga merupakan suatu sistem tata surya.

Rohmat Haryadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: