Trio Kentang di Seberang Mars


Asteroid multisistem ditemukan untuk pertama kalinya. Butuh waktu panjang sejak menemukan Dactyl pada 1993.
ANTARA Mars dan Jupiter, terbentang ruang yang dihuni bebatuan. Kumpulan cadas langit, biasa disebut asteroid, itu membentuk sabuk, mengitari matahari. Meski tidak sebesar planet, batuan asteroid bisa berukuran ratusan kilometer.

Salah satu asteroid gede itu dinamai 87 Sylvia. Tubuh Sylvia tidak seksi, bentuknya menyerupai kentang, lebar 280 kilometer, panjang 380 kilometer, dan tebal 230 kilometer. Sylvia menyelesaikan rotasi –sehari Sylvia– setiap 5 jam 11 menit. Dia ditemukan astronom Norman R. Pogson dari Observatorium Madras, India, 16 Mei 1866.

Kebanyakan pasangan melibatkan satelit yang lebih kecil, beberapa yang lain seperti dua objek yang sama besar. Namun Marchis tidak percaya bahwa temuannya hanya merupakan sistem trio. “Saya tidak dapat percaya hanya menemukan satu,” katanya.

”Kemungkinan banyak lagi bulan yang lebih kecil dari Remus dan Remulus mengorbit Sylvia, dan tidak terdeteksi,” Marchis mengatakan pada Space.com. Satelit-satelit berdiameter lebih dari 5 kilometer dapat bersembunyi di antara dua bulan yang sudah diketahui itu.

Dengan mengobservasi orbit kedua bulan, astronom bisa menghitung berapa massa dan kepadatan Sylvia. Dengan kepadatan 20% lebih tinggi dari kepadatan air, Sylvia bisa seperti campuran es dan kepingan cikal bakal asteroid. “Dia mengisi hingga 60% ruang kosong,” kata koordinator penemu, Daniel Hestroffer.

Para astronom menduga, “trio kentang” itu terbentuk dari tumbukan antar-asteroid. “Benturan antara dua asteroid dilanjutkan kekacauan dan penambahan baru. Pecahan yang kecil mengorbit asteroid yang lebih besar,” kata Marchis.

Seabad lebih sejak ditemukan, Sylvia dikenal “sorangan wae” mengitari matahari pada jarak 3,5 satuan astronomi (SA). Satu SA adalah jarak bumi-matahari atau sekitar 150 juta kilometer. Baru empat tahun lalu, dari balik teleskop Keck di Hawaii, duo astronom, Mike Brown dan Jean Luc Margot, mendapati Sylvia ternyata punya anak. Sang anak, seperti bulan menguntit bumi, juga terus mengitari Sylvia.

Para petualang langit rupanya terus mencari. Dan 11 Agustus lalu diumumkan, Sylvia ternyata punya dua anak. Artinya, dia bukan sistem duo, melaikan trio asteroid. Inilah untuk pertama kalinya ditemukan sebuah sistem kompleks trio asteroid.

Penemu anak kedua Sylvia itu adalah Franck Marchis dari Universitas California Berkeley, Amerika, dan koleganya, Pascal Descamps, Jerome Berthier Daniel Hestroffer dari Observatorium de Paris, Prancis.

Nama Asteroid 87 diambil dari Rhea Sylvia, ibu bayi kembar dalam legenda berdirinya kota Roma. Sekarang dua bulan Sylvia dijuluki Romulus dan Remus, mengambil nama si kembar itu.

Romulus berdiameter 18 kilometer. Berjarak 1.360 kilometer dari Sylvia. Sekali mengorbit asteroid induk, Romulus butuh waktu 87,6 jam. Remus, objek temuan baru, memiliki lebar 7 kilometer, mengorbit Sylvia tiap-tiap 33 jam. Dia berkedudukan 710 kilometer dari “ibunya”.

“Sejak sistem asteroid ganda diketahui umum, orang-orang butuh waktu lama untuk mengetahui asteroid dengan multisistem,” kata Marchis. Sekitar 60 asteroid diketahui ditemani masing-masing satu “bulan”. Pasangan asteroid pertama kali ditemukan pada 1993 oleh pesawat angkasa luar Galileo. Yaitu bintik bulan Dactyl yang mengorbit asteroid Ida.

  

1 Komentar

  1. Barnabas (Wakil Nabi) said,

    16 April 2010 pada 10:40

    Luar biasa. Allahu Akbar!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: