Selasa Super Membutakan Venus Express


Dua ledakan matahari membuahkan aurora indah di kutub bumi. Badai matahari kali ini juga mengganggu satelit komunikasi. LAPAN menangkap gangguan itu.

MATAHARI “bersin”, percikan “ludahnya” menerpa bumi. Medan magnet bumi menangkisnya dan mengirimkan ke langit kutub. Tirai warna-warni menghiasi langit kutub utara dan selatan. Itulah sebagian dampak dari badai matahari yang mengguncang medan magnet bumi, Kamis-Jum’at, 8-9 Maret 2012.

Sebuah ledakan raksasa terjadi di permukaan batahari. Badai  sang surya itu mengempaskan gelembung plasma –gas bermuatan listrik– dengan kecepatan 4 juta mil per jam. Dalam waktu satu detik partikel berkecepatan tinggi itu mampu melintasi Pulau Jawa dari ujung ke ujung. Kekuatan ledakan yang mendorongnya setara dengan 160.000.000.000 megaton TNT.

Kecepatannya yang luar biasa membedakannya dengan angin matahari. Karena jauh lebih cepat dan lebih besar dari angin matahari, maka disebut badai Matahari. Dua ledakan badai matahari kali ini masuk kelas X5.4 dan X1.3. Atau sedikit lebih rendah dari ledakan pada 9 Agustus 2011 yang masul kelas X6.9.

Asal tahu saja, kekuatan badai Matahari dibagi menjadi lima kelas, A, B, C, M dan X. Masing-masing mempunyai kelipatan sepuluh. Kelas B sepuluh kali kelas A. Kelas X sepuluh kali M. Ledakan Januari 2012 masuk golongan M8.9. Untuk kelas X notasi angka bisa lebih dari 9. Pada 2003, terjadi badai Matahari dengan kekuatan X28!

Sebenarnya ledakan Matahari kecil-kecil sering terjadi. Kekuatan X5.4 pun didahului aktivitas ledakan yang lebih kecil sebelumnya. Seperti, ledakan flare berskala M8-9, 23 Januari 2012. Kelas M sebenarnya tergolong kelas menengah, tetapi karena mendekati kelas ekstrem (X). Maka X5.4 pun dinobatkan menjadi salah satu letusan matahari yang paling kuat sepanjang tahun ini.

“Selasa Super? Tentu!” canda Yusuf Kunches,  ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Amerika. Menurut ilmuwan badai itu tumbuh dan menghembus keluar dari matahari, meluas seperti gelembung sabun raksasa. Gelembung raksasa itu lazim disebut sebagai Coronal Mass Ejection (CME).

CME merupakan awan besar plasma yang meletus dari matahari. Awan melaju ke segala arah. Ketika awan menuju Bumi maka akan CME memukul Bumi, dan karena itu menimbulkan dampak. Efek awal tiba di Bumi awal Kamis dua pekan lalu. “Ini memukul tepat di hidung,” kata Kunches. Salah satu dampak aktivitas matahari itu adalah memadaman gelombang radio.

Dalam catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dampak ledakan itu telah dirasakan pada Rabu, dua pekan lalu. Yaitu terjadi blackout pada pukul 07.00-09.00 WIB. Ketika blackout, semua pengguna komunikasi radio gelombang pendek di Indonesia terganggu. “Kemungkinan mengganggu komunikasi radio frekuensi 3-6 MHz,” kata Prof. Thomas Djamaluddin, peneliti astrofisika LAPAN.

Selain gelombang radio yang patah-patah, radiasi kuat badai matahari juga “membutakan” wahana ruang angkasa Eropa yang mengorbit Venus. Badan Antariksa Eropa (ESA) mendeteksi bahwa Venus Express mengalami over dosis radiasi akibat badai matahari. Operator wahana ruang angkasa melaporkan, kamera startracker Venus Express menjadi buta setelah dibombardir radiasi matahari.

Padahal kamera itu berperan penting untuk menentukan arah dengan mengacu pada posisi bintang. Kamera tidak dapat melihat bintang, kata Octavio Camino, manajer operasional Venus Ekspres, Pusat Antariksa Eropa ESA Operasi di Darmstadt, Jerman. “Kami tidak mampu mendeteksi bintang-bintang, jadi kami memutuskan untuk beralih ke unit B, tetapi kami melihat hal yang persis sama,” kata Camino.

Padahal kamera itu sangat penting pada wahana ruang angkasa, karena dari informasi piranti itulah operator bisa mengarahkan panel surya ke matahari, dan antenanya ke Bumi. Tanpa kamera itu wahana bisa gagal beroperasi. Operator pesawat ruang angkasa memiliki kontrol penuh atas Venus Express, tetapi mengandalkan giroskop onboard, dan koreksi manual untuk mendapat mengoperasikan kembali kamera startracker. “Untuk manusia, startrackers adalah mata, dan giroskop adalah telinga,” kata Paolo Ferri, ilmuwan ESA.

Kamera kembali berfungsi setelah operator berjuang hampir 40 jam. Menurut Ferri, wahan Venus Express sudah beberapa kali mengalami hal serupa akibat aktivitas Matahari, Namun, kali yang terpanjang untuk pulih kembali. “Sangat tidak biasa,” katanya. Wkatu pulih terlama sebelumnya berlangsung 32 jam.

Selain mengganggu, material Matahari yang menerpa langit juga menyuguhkan pemandangan indah di angkasa yang berdekatan kutub-kutub Bumi. Aurora membentuk pemandangan menakjubkan di langit. Tirai hijau berseling warna-warni membentang di langit. Aurora itu terbentuk akibat partikel bermuatan dari matahari bertabrakan dengan medan magnet bumi.

Astrophotographers, Imelda Joson dan Edwin Aguirre terbang dari Boston ke Los Angeles, Kamis malam, dan tahu betul berpeluang melihat aurora. Mereka memesan tempat duduk yang berdekatan dengan jendela. “Kami pertama melihat cahaya kehijauan aurora di sepanjang cakrawala saat pesawat mendekati Wisconsin cahaya itu bertambah kuat dan kuat,” kata Joson.

Ketika terbang di atas Minnesota, layar aurora  mencapai puncaknya, menunjukkan struktur yang berbeda seperti sinar terang, dan tirai. “Kami mengatakan kepada sejumlah penumpang serta pramugari tentang aurora dan mereka segera bergabung dengan kami di bergantian mengintip melalui jendela kecil pesawat,” tulis Joson. Pengamat langit, Shawn Malone juga berhasil mengambil foto aurora dia atas danau Superior, Marquette, Michigan, Amerika Utara.

Rohmat Haryadi

Ketika Matahari “Marah”

Matahari memberikan cahaya dan kehangatan bagi kehidupan di bumi. Ketika badai meledak di permukaan matahari, letusan amarah itu dapat menimbulkan efek serius untuk satelit, dan sistem di sekitar bumi. Beberapa badai matahari terburuk yang diketahui manusia.

X-Ray Sun Flare for Xmas (2006)

Ketika badai Matahari kelas ekstrim skala X9 meledak 5 Desember 2006. Menurut NASA, badai matahari ini mengganggu satelit komunikasi dan sinyal navigasi Global Positioning System (GPS) 10 menit. Kekuatan badai matahari juga merusak instrumen sinar-X satelit GOES 13 yang mengambil gambar Matahari.

Badai Matahari Halloween (2003).

Ini merupakan badai Matahari terkuat yang pernah tercatat. Terjadi pada 28 Oktober 2003, ledakan begitu kuat sehingga sensor pesawat ruang angkasa kewalahan mengukurnya. Sensor atasnya keluar dengan kelas X28! Hasil analisis menemukan bahwa pembakaran mencapai kekuatan puncak sekitar X45! Badai matahari itu merupakan bagian dari serangkaian ledakan sembilan flare besar selama periode dua minggu.

Badai Matahari Hari Bastille (2000).

Ledakan ini bersamaan dengan hari kemerdekaan Perancis yang disebut Hari Bastille, 14 Juli 2000. Merupakan rangkaian ledakan badai Matahari dengan letusan utama pada skala X5. Menyebabkan beberapa satelit mengalami arus pendek, dan pemadaman radio. Ini merupakan ledakan Surya terkuat sejak 1989.

Kegagalan Distribusi Listrik (1989)

Pada Maret 1989, badai Matahari yang kuat memicu pemadaman listrik di Kanada, sehingga enam juta orang tanpa listrik selama sembilan jam. Menurut NASA, pembakaran mengganggu transmisi tenaga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air di Quebec. Bahkan beberapa transformer listrik meleleh di New Jersey.

Badai Matahari Vs AT & T (1972)

Ledakan surya utama pada 4 Agustus 1972, memutuskan komunikasi telepon jarak jauh telepon di beberapa negara bagian, termasuk Illinois. Kejadi itu menyebabkan perusahaan komunikasi AT & T mendesain ulang sistem kekuatannya untuk kabel transatlantik.

Peristiwa Carrington (1859)

Dokumentasi pertama kali bahwa ledakan Matahari mempengaruhi Bumi. Peristiwa 1 September itu diamati Richard Carrington, astronom surya melalui teleskop observatorium pribadinya. Badai matahari Carrington memicu aurora yang terlihat sejauh selatan Karibia. Juga menimbulkan gangguan parah pada komunikasi telegraf global.

Rohmat Haryadi

About these ads

1 Komentar

  1. 23 Maret 2012 at 10:40

    semoga badai matahari di tahun ini,tidak terjadi di belahan Bumi ini.Aamiin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: